Informasi Harga Menu Warung Makan Sate Gebug Malang Jawa Timur

Posted on

Kabupaten Malang salah satu daerah paling favorit dijadikan tempat liburan bagi wisatawan. Tak cuman memiliki pemandangan alam menakjubkan saja, nyatanya kota apel juga menjadi tempat paling diburu oleh pecinta kuliner nusantara. Sejumlah warung makan hingga sekelas restoran pun berlomba-lomba menghidangkan kuliner berkualitas salah satunya ialah warung makan Sate Gebug Malang yang sudah berdiri sejak penjajahan Belanda hingga melegenda sampai sekarang.

warung makan Sate Gebug Malang

Warung sate Malang ini memiliki ciri khas tersendiri dalam proses pembuatannya. Bahan dasar daging digunakan merupakan daging segar serta rempah-rempah pilihan berkualitas tinggi. Proses pembuatan kuliner pun dimasak oleh orang-orang profesional berpengalaman berpuluh-puluh tahun dibidang pembuatan sate khas Malang. Tak heran kalau warga Malang begitu menyukainya.

Ketika menyantap sate legenda Malang di warung Gebug Malang, begitu terasa kental suasana klasik sekitar 1950 an. Ditambah lagi lokasi warung makan terdapat gardu listrik antik yang sudah didesain sehingga bernuansa hijau tua. Sedangkan indoor, terlihat bangunan khas arsitektur Belanda jaman dulu. Semua furniture meja kursi berbahan dasar kayu dan bangunan warung makan berbentuk setengah lingkaran didominasi oleh jendela besar kuno.

Kebanyakan wisatawan berkunjung ke warung makanan Malang ini, selain berwisata kuliner, juga sebagai kesempatan nostalgia. Terkadang, sang pemilik toko sendiri yang mengantarkan pesanan ke meja pembeli, hal tersebut bertujuan agar lebih mengakrabkan antara penjual dan pembeli. Hal menarik lainnya, bisa kawan dapati ketika proses pemesanan menu makanan-minuman. Dimana tersedia sebuah lonceng yang disambung oleh tali, jika lonceng tersebut berbunyi maka pertanda juru masak mulai memasak menu pesanan tersebut.

Letak warung makan sate Gebug Malang berada di JL. Jendral Basuki Rahmat, Kecamatan Klojen, Malang Jawa Timur. Hanya saja harga menu makanan disana tergolong cukup mahal yakni dibandrol Rp. 25.000 per tusuk. Memang sih terkesan mahal, tetapi ukuran daging disana sangat besar dan memiliki citra rasa begitu khas kelezatannya, sebab citra rasa tersebut sudah turun menurun sejak 1920-an. Terlebih lokasi warung sate begitu terasa klasik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *